Perbandingan Baja Ringan Untuk Atap Vs Baja Konvensional

baja ringan untuk atap

Baja ringan untuk atap memiliki struktur yang bersifat lentur dan bisa menyesuaikan desain sesuai keinginan pembuatnya, inilah yang membuat banyak orang mulai beralih ke penggunaan material zincalum sebagai nama lainnya. Pemakaian bahan rangka atap dari zinacalum sendiri memang belum begitu populer di negara kita. Hal ini dikarenakan, kebanyakan orang masih terbiasa memakai baja konvensional, sebab material ini sudah digunakan secara turun temurun. Padahal pemakaian zincalum bisa memperbaiki kelemahan-kelemahan pada rangka baja konvensional.

Perbedaan Baja Ringan Untuk Atap Vs Baja Konvensional

Pembuatan bahan zincalum sendiri telah melewati proses yang sedemikian rupa sehingga membentuk molekul-molekul dengan susunan yang lebih rapat dan padat. Material yang kekuatannya tak jauh berbeda dari baja konvensional ini tentu bisa menjadi solusi terbaik, apalagi bobotnya yang terbilang lebih ringan daripada baja konvensional.

Ada beberapa perbedaan mencolok antara zincalum dengan baja konvensional, diantaranya :

  1. Bobot

Bobot kedua jenis material ini jelas berbeda. Pada baja konvensional, bobotnya lebih berat dibanding zincalum yang lebih ringan. Karena itulah, dalam pemasangan zincalum sendiri bobotnya menjadi lebih enteng namun tetap bisa menopang beban di atasnya.

  1. Kekuatan

Kekuatan materialnya sendiri bisa dibandingkan lewat daya tarik material bangunan. Umumnya derajat kekuatan tarik sebuah material memakai satuan Mpa. Biasanya zincalum mempunyai daya tarik hingga 550 Mpa, sedangkan kekuatan tarik pada baja konvensional sendiri hanya sampai 300 Mpa saja. Jika dibandingkan kekuatannya, tentu sudah terlihat antara kedua material tersebut.

  1. Pembentukan

Pada pembentukan material bangunan baja konvensional umumnya lebih sulit dibentuk, pengerjaannya biasanya harus dalam kondisi cair terlebih dulu untuk membentuk material ini. Hal tersebut berbeda jika memakai material bangunan dari zincalum.

Selain dibandingkan dengan baja konvensional, keunggulan baja ringan untuk atap juga dapat dibandingkan dengan material kayu. Bahan zincalum lebih bebas rayap, bisa mempersingkat proses pengerjaan bangunan, lebih praktis dan ringan, serta lebih hemat anggaran. Banyak juga yang menganggap bahwa pemakaian zincalum lebih ramah lingkungan. Penggunaannya sangat cocok dengan jenis atap spandek, seng, onduline, genteng beton, genteng keramik, genteng metal, spandek, dan seng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *